Curi Kerbau Modus Potong di Tempat Marak di Garut, Kepala dan Tulang Ditinggal
"Warga kemudian menemukan hewan ternak itu sudah dalam kondisi mengenaskan, daging dan organ sudah tidak ada," ucapnya.
Amirudin menyatakan pihaknya akan melakukan penelusuran terkait kasus pencurian tersebut. Pasalnya, aksi pencurian hewan ternak di wilayahnya bukan kali ini saja terjadi.
"Kejadian seperti ini perlu dilakukan penanganan yang cepat agar tidak kembali terjadi khususnya di wilayah Kecamatan Banjarwangi," ujarnya.
Amirudin pun mengimbau warga untuk berhati-hati. "Terlebih saat menyimpan hewan, jangan disimpan di lokasi yang jauh dari permukiman warga. Apalagi di hutan atau areal perkebunan karena rawan akan pencurian," tuturnya.
Sebelumnya, aksi pencurian hewan dengan modus serupa terjadi di wilayah tetangga, yakni Kecamatan Singajaya, pada 30 Desember 2021 lalu. Saat itu, warga Desa Ciaudian, Kecamatan Singajaya, dikejutkan dengan ditemukannya dua ekor kerbau yang beberapa bagian tubuhnya sudah tak utuh lagi.
Diduga, dua ekor kerbau tersebut merupakan hasil curian yang sengaja ditinggalkan pencuri setelah beberapa bagian tubuhnya diambil.
Editor: Asep Supiandi