Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Miris, 7 Pasien Covid-19 di Cianjur Meninggal saat Isolasi Mandiri
Advertisement . Scroll to see content

Cianjur Pertama Kali Masuk Zona Merah, Bupati: Hanya Terlambat Memasukkan Data

Jumat, 23 Juli 2021 - 18:57:00 WIB
Cianjur Pertama Kali Masuk Zona Merah, Bupati: Hanya Terlambat Memasukkan Data
Bupati Cianjur Herman Suherman. (Foto: iNews/M Andi ichsyan)
Advertisement . Scroll to see content

CIANJUR, iNews.id - Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, untuk pertama kalinya masuk zona merahpenularan Covid-19 selama pandemi. Meskipun Bupati Cianjur Herman Suherman, berdalih penetapan status tersebut karena terlambatnya memasukan data terbaru ke provinsi dan pusat.

"Ini hanya keterlambatan dalam memasukan data dan informasi terbaru ke satgas di pusat dan provinsi, sehingga Cianjur masuk dalam 21 kabupaten/kota di Jawa Barat yang berstatus zona merah. Namun melihat hasil evaluasi setelah PPKM darurat, tingkat penularan terus menurun, meski sempat mencapai angka 1.500 orang," katanya di Cianjur, Jumat (23/7/2021).

Namun satu pekan terakhir, angka tersebut mengalami penurunan yang cukup tajam, diangka 400 orang yang terpapar dan menjalani isolasi mandiri serta isolasi terpusat seperti vila khusus dan rumah sakit. Hal yang sama, tambah dia, terlihat dari angka kesembuhan yang mencapai ribuan orang, sehingga hasil evaluasi menunjukkan Cianjur, kembali ke zona oranye .

Banyaknya pegawai dinas terkait yang bertugas menginput data ke website, positif Covid-19 sehingga harus menjalani isolasi, membuat data pasien yang sudah sembuh dan data terbaru belum masuk. Bahkan ungkap dia, selama satu bulan terakhir, Cianjur masuk peringkat kedua di Jabar dalam penanganan cepat Covid-19, di mana tingkat kesembuhan mencapai 90 persen dari total 10.129 pasien positif.

"Kami sudah meminta Dinkes Cianjur, untuk segera memperbarui data di website daerah, propinsi dan pusat, agar status zona merah dapat dihilangkan karena saat ini, kondisi Cianjur, sudah mulai rendah penularan dan angka kesembuhan terus meningkat. Ini jelas ada kesalahan data terbaru yang belum dikirim, " katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut