Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 16 Bayi Lahir pada Tanggal Cantik 2 Februari 2022 di Kota Cirebon
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Warga Gegesik Cirebon Lestarikan Seni Tari Topeng yang Terancam Punah

Jumat, 04 Februari 2022 - 07:50:00 WIB
Cerita Warga Gegesik Cirebon Lestarikan Seni Tari Topeng yang Terancam Punah
Anak-anak SD di Desa Gegesik Kulon berlatih Tari Topeng sebagai upaya melestarikan seni warisan leluhur. (Foto: iNews/TOISKANDAR)
Advertisement . Scroll to see content

Seperti, Tari Topeng Panji, Samba, Rumyang, Tumenggung, Kelana. Jumlah topeng yang digunakan pada tarian ini disebut sebagai panca wanda atau berjumlah lima topeng. Setiap topeng mencirikan tokoh atau karakter berbeda.

Suryono, dalang mengatakan, Tari Topeng lahir pada abad ke-10 Masehi. Tarian ini kemudian berkembang hingga abad ke-16. Saat itu masa pemerintahan Prabu Panji Dewa, Raja Jenggala di Jawa Timur.

"Seiring berjalannya waktu, tari topeng mulai menyebar ke beberapa daerah di Jawa Barat. Salah satunya, Cirebon," kata Suryono.

Cerita yang beredar di masyarakat, ujar Suryono, Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga sempat menggunakan Tari Topeng sebagai media dakwah untuk menyebarkan agama Islam. "Mereka juga menggunakan tari topeng sebagai hiburan di lingkungan keraton," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gegesik Kulon Gatot Sutrisno mengatakan, melalui sanggar ini diharapkan Tari Topeng akan terus lestari. "Tari Topeng ini warisan budaya leluhur jangan sampai punah," kata Gatot Sutrisno.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut