Cerita Rakyat Jawa Barat, Kisah Legenda Ciung Wanara Raja Kerajaan Galuh
Saat itu dia pun mendengar cerita Uwa Batara Lengser. Dia saat itu disingkirkan dari istana beserta ibunya oleh Prabu Barma Wijaya dan Dewi Pangrenyep.
Merasa sakit hati kemudian dia melancarkan balas dendam kepada keduanya dan berhasil memenjarakan Dewi Pangrenyep. Namun, putra dari Dewi Pangrenyep, Hariang Banga tidak terima atas penangkapan ibunya oleh Ciung Wanara yang notabenenya sang adik.
Dia kemudian menyusun rencana penyerangan untuk membebaskan ibunya dengan mengumpulkan banyak tentara guna berperang melawan Ciung Wanara dan para pengikutnya sehingga pertarungan kakak adik antara Hariang Banga dan Ciung Wanara tidak terelakan.
Olah kanuragan dan kesaktian seimbang yang dimiliki keduanya membuat pertarungan tidak ada yang menang. Kemudian munculah Raja Prabu Permana Di Kusumah yang tak lain ayah keduanya didampingi Ratu Dewi Naganingrum yang meminta agar pertarungan dihentikan.
Raja mengatakan, pamali (tabu) antara adik dan kakak bertarung. Lalu keduanya berhenti dan Raja Prabu Permana Di Kusumah memutuskan Ciung Wanara memerintah di Galuh sedangkan di negara baru sebelah timur Sungai Brebes atau menjadi Sungai Pamali.