Cerita Rakyat Jawa Barat di Balik Nama Jalan Pasteur Pintu Gerbang Kota Bandung
Kedua lembaga tersebut merupakan pusat kesehatan terpenting mulai dari jaman dahulu sampai dengan sekarang. Karena itu, nama jalan yang berada di depan PT Bio Farma (Persero) dinamakan Jalan Pasteur karena ada lembaga Pasteur di sana.
Sudah menjadi kebiasaan di seluruh dunia, jika ada Pasteur Institut dapat dipastikan semua beralamat di Jalan Pasteur sebagai penghormatan atas jasa-jasa Louis Pasteur dalam perkembangan dunia kesehatan, dimulai dari penemuan vaksin rabies sampai dengan TBC.
Salah satu dokter yang pernah menjadi peneliti Pasteur adalah Dr Nijland. Beliau adalah peneliti Belanda yang ditugaskan di Landskoepoek Inrichting en Pasteur Institut.
Dr Nijland menemukan preparasi vaksin kolera yang sangat mewabah di beberapa daerah di Hindia Belanda saat itu. Jasa Dr Nijland adalah memproduksi vaksin antikolera secara masal dan melakukan vaksinasi secara rutin sehingga Hindia Belanda terbebas dari penyakit mematikan ini.
Kini Jalan Pasteur berganti nama menjadi jalan dr Djoenjoenan. Meskipun begitu, warga Kota Bandung dan wisatawan, lebih akrab dengan nama Jalan Pasteur. Layaknya pintu gerbang sebuah kota, kawasan Pasteur sangat ramai akan lalu lalang kendaraan.
Saat akhir pekan, ribuan wisatawan dari berbagai daerah, terutama Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) melalui GT Pasteur untuk masuk ke Kota Bandung.
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas kendaraan di Jalan Pasteur, pemerintah membangun flyover Pasupati yang membentang dari Pasteur hingga Jalan Surapati, tepatnya kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung.
Editor: Agus Warsudi