Cerita Petugas PUPR Tasikmalaya Tangani Korban Lakalantas, Enggan Evakuasi Balita
"Arogannya minta ampun, pernah juga ada kecelakaan moge di depan saya, saya nggak nolong," katanya.
Saeful juga mengaku jika dirinya enggan menolong korban lakalantas yang berusia balita. Bukan tanpa alasan, pria asal Desa Cibahayu itu merasa tak tega ketika melihat korban balita.
"Kalau (menolong korban) balita itu di memori kita ingatnya bukan waktu yang sebentar," katanya.
Jika boleh memilih, Saeful sendiri mengaku lebih baik mengevakuasi korban lakalantas dengan kondisi hancur ketimbang balita.
"Kita ngebayangin kalau dia itu anak kita. Saya nggak pernah berani saya kabur lah," ujar Saeful.
Saeful sendiri mengaku sudah menjalankan tugas kemanusiaan tersebut sejak delapan tahun terakhir. Baginya, mengevakuasi jenazah tak wajar akibat kecelakaan di Jalur Lingkar Gentong sudah menjadi rutinitas sehari-hari.
"Kalau rasa takut itu kan manusiawi kan meskipun kita udah terbiasa nolongin sampai yang hancur juga tetap aja," ucapnya.
Editor: Asep Supiandi