Cerita Mistis, Prajurit Kopassus Tersesat ke Alam Lain di Belantara Papua
Bahkan, Selvanus mengingat mengobrol dan berkomunikasi sambil terus berjalan mencari anak buahnya yang hilang.
"Hari keenam itu saya sudah melihat alam lain. Saya mulai mengobrol dan berkomunikasi. Mungkin itu hanya halusinasi saja. Namun anehnya, saya masih terus bisa berjalan. Bahkan sampai hari kesebelas, saya berhasil menyeberangi sungai dengan lebar 200 meter sebelum tiba di Timika," ucapnya.
Selvanus telah hilang di hutan Papua selama 18 hari. Dia akhirnya ditemukan oleh warga di Timika dengan kondisi selamat dalam keadaan memprihatinkan. Fisiknya tinggal tulang belulang berbalut kulit. Matanya saat itu terus berputar liar.
"Saya hanya tinggal tulang berbalut kulit saat itu. Mata terus berputar liar dan telapak kaki bengkak akibat tertancap potongan kayu. Dokter yang memeriksa saya saat itu menyatakan saya bebas dari penyakit malaria dan cacing tambang," kata Selvanus.
Setelah dinyatakan sehat, Selvanus diundang oleh Pangdam Cendrawasih ke Jayapura untuk menikmati makan malam. Anehnya, Selvanus bisa menghabiskan makanan di satu meja itu seorang diri.
Selvanus memastikan, tidak ada keinginan untuk balas dendam karena telah kelaparan selama belasan hari saat mencari anak buahnya. Ternyata nafsu makannya yang begitu besar karena ada sososk yang menempel di tubuhnya.
"Saya makan banyak begitu bukan balas dendam, tapi rupanya ada yang 'ikut'. Tiba-tiba saya ingat bahwa saya selama di hutan memang selalu ditemani tiga orang. Kalau matahari sudah terbenam, satu memijati kaki, satu memijati pundak, dan satu lagi berbagi rokok dengan saya. Alamnya sudah lain," kata Selvanus.
Editor: Agus Warsudi