Calon Petani Milenial Membludak, 8.600 Warga di Jabar Telah Mendaftar
Menurutnya, petani milenial memiliki perbedaan signifikan dengan petani konvensional, terutama pada penggunaan teknologi untuk efektivitas dan efisiensi kinerja petani. Seperti misalnya ada satu aplikasi dari Habibi Garden, hanya bermodal handphone bisa menyiram tanaman, memberi makan lele, ayam, dan sebagainya.
"Itu yang akan membedakan pertanian zaman dulu dengan petani milenial saat ini," ujarnya.
Salah satu petani milenial yang lolos dalam program ini, Brainy Brilliant (22) mengaku, tertarik ikut karena merasa prihatin dengan semakin berkurangnya anak muda yang terjun dalam bidang pertanian dan peternakan. Terlebih selama ini dirinya sudah berkecimpung dalam dunia peternakan burung puyuh.
"Bidang peternakan adalah passion saya, makanya saya ikut program petani milenial agar usaha yang saya jalani bisa lebih berkembang lagi," kata peternak asal Desa Cikembar Kabupaten Sukabumi, yang sudah membudidayakan 2.000 burung puyuh ini.
Editor: Asep Supiandi