Bocah Kembar Tewas Ditabrak Harley Davidson, Konvoi Moge Dinilai Rawan Kecelakaan
"Ranah hukum harus tetap berjalan, meski pun di luar itu ada kekeluargaan yang bisa dipahami, tetapi jangan karena di lembur atau kampung mereka sudah cukup senang. Jangan dijadikan parameter," katanya.
Budi yang juga tergabung dalam salah satu klub moge terkemuka di Bandung itu dengan tegas kembali menekankan bahwa nilai santunan tak sebanding dengan nyawa yang sudah hilang. Terlebih, keluarga korban kabarnya hanya menerima santunan Rp50 juta.
"Kalau menurut saya iya belum sebanding. Saat ini mereka jelas korban, bagi saya sih terlalu kurang humanis dengan angka segitu," kata Budi.
Sebelumnya diberitakan, bocah kembar yang masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasar ini mengalami luka parah di bagian kepala akibat terjangan Harley Davidson yang melaju dari Banjar, menuju ke Pangandaran.
Korban pertama tewas ditabrak Harley Davidson bernomor polisi B 6227 HOG yang dikendarai Agus Wandri (52) warga Jalan Gadobangkong RT 3 RW 1 Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Adapun korban kedua tewas dihantam motor Harley Davidson bernomor polisi D 1993 NA, yang dikendarai Angga Permana Putra (40) warga Jalan Gunung Batu Batu RT 2 RW 11 Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.
Editor: Asep Supiandi