Blusukan di Cirebon, Emil Dengarkan Curhatan Keluarga Keraton Kanoman
Menanggapi hal itu, Ridwan Kamil mengatakan, terkait pemeliharaan wilayah keraton seluas lima hektare tersebut, memang memerlukan anggaran yang tidak sedikit. “Insya Allah kalau takdirnya ada (terpilih jadi gubernur), saya akan memperhatikan situs- situs bersejarah menjadi lokasi favorit wisata," kata Emil.
Sementara menyoal masalah pemberdayaan ekonomi di keraton, dia akan mengirim tim untuk mendiskusikan peluang dan potensi ekonomi yang bisa dikembangkan. Misalnya membuka restoran dan mengembakan wisata sejarah dan budaya.
Sebelum menjawab pertanyaan Ratu Arimbi mengenai akses menuju keraton yang sempit, Kang Emil meminta izin terlebih dahulun untuk keliling pasar. Tujuannya untuk menerima masukan dari pedagang setempat. Setelah berdialog dengan pedagang, pada dasarnya mereka mau ditata, asal penataannya tidak berat sebelah. Emil menilai, membuka akses masuk orang dan barang ke keraton merupakan bentuk penghormatan kepada sejarah.
Intinya, akses masuk keraton harus di buka. Pedagang harus ditata dan mereka terbuka pada penataan. "Pasar kan wisata yang paling menyenangkan asal tempatnya bersih dan menyenangkan. Tugas pemimpin mewujudkan keluh kesah dari rakyatnya," tuturnya.
Ketua Ikatan Pedagang Pasar Kanoman, Heru Suyanto mengatakan, pedagang di Pasar Kanoman sangat berharap revitalisasi dari pemerintah. Beberapa kali pemerintah berencana melakukan renovasi pasar, tapi sampai sekarang belum terlaksana. "Pedagang di pinggir jalan yang mengganggu akses masuk keraton mau kok dimasukkan ke dalam, asal pasar ini ditata dengan baik," kata Heru.
Editor: Donald Karouw