Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dokter RSUD Kota Sukabumi Jelaskan Kondisi Balita Meninggal dengan Tubuh Dipenuhi Cacing
Advertisement . Scroll to see content

Biaya Pengobatan Balita di Sukabumi Meninggal Dipenuhi Cacing Terkendala Birokrasi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 22:28:00 WIB
Biaya Pengobatan Balita di Sukabumi Meninggal Dipenuhi Cacing Terkendala Birokrasi
Ilustrasi, balita di Sukabumi yang meninggal dunia dipenuhi cacing setelah dirawat tanpa jaminan kesehatan karena terkendala birokrasi. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

Total biaya yang harus dibayar oleh relawan Rumah Teduh Sukabumi hingga hari terakhir Raya di rumah sakit berjumlah hampir Rp23 juta. 

"Sejauh yang saya pahami perkembangan kasusnya yang menjadi payung utama itu Rumah Teduh. Kontribusinya paling banyak itu memang hanya Rumah Teduh yang berani menanggungjawabi kasus Raya," ujar Humas RSUD R Syamsudin SH, dr Irfan yang juga dokter IGD RSUD Syamsudin, Selasa (19/8/2025). 

Menurutnya, kasus seperti Raya seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah, mengingat pasien berasal dari keluarga miskin dengan kondisi tempat tinggal sangat sederhana. 

"Dari kita billing-nya itu sekitar Rp20-an juta namun sudah dikasih keringanan dari rumah sakit. Memang saya pribadi juga agak mempertanyakan biasanya yang seperti ini intervensi dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi tapi untuk kasus ini sayangnya tidak ada," katanya. 

Sementara itu, Kepala Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Wardi Sutandi menjelaskan, pengajuan KIS dari BPJS Kesehatan sudah dilakukan namun tetap terkendala. 

"Betul. Tidak mendapat BPJS, karena kan saat ini pengajuan BPJS sulit banget. Kalau (pihak) desa mah harus ada ini ini (persyaratan) saya laksanakan. Seketika Kades diminta tolong masyarakat, ada persyaratan yang bisa dikeluarkan desa, ke atasnya mentok," ujar Wardi. 

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut