Berkat Jamur Tiram, Tim MAN 2 Majalengka Juara 1 Ajang Inovasi Teknologi AMD 2020
Salah satu anggota tim, Yuli mengatakan, senang karya dari tim bisa diapresiasi oleh dewan juri hingga akhirnya menjadi juara 1. Startup, jadi motivasi Yuli bersama teman-temannya mengikuti ajang tersebut.
Terkait karya, Yuli mengaku, selain dari guru, mereka juga mendapat pendampingan dari pihak penyelenggara. Kendati dilakukan secara daring, lantaran masih pandemi Covid-19, tetapi bagi dia dan kawan-kawan pendampingan itu cukup membantu.
"Enam bulan ada pelatihan lewat zoom meting, ada materi-materi dari pihak mentori sampai (babak) 20 besar. Setelah 20 besar, masuk lima besar, tidak ada lagi mentoring dari sana. Hanya dari guru di sini," ujarnya.

Bagi Yuli, tidak ada kesulitan berarti dalam setiap proses penelitian dan pengembangan alat Mustech. Bahkan saat presentasi karya di hadapan para dewan juri, Yuli mengaku cukup santai.
"Karena kami semua benar-benar terlibat sejak nol, jadi ya bisa mempertanggung jawabkan. Termasuk ketika ada pertanyaan-pertanyaan dari dewan juri saat grand final," tutur Yuli.
Di balik keberhasilan mereka menciptakan alat yang bisa meringankan kerja petani Jamur Tiram, selama ini mereka ternyata tidak memiliki hubungan yang 'dekat' dengan Jamur. Baik Yulianti, Defa Nugraha, Icha Annisa Aprilia, Anis Nursafarina, maupun Widya, tidak ada satu pun dari keluarga petani Jamur Tiram.
"Haha, nggak ada. Orang tua kami nggak ada yang bekerja sebagai pembudidaya jamur tiram. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat. Karena kan banyak juga yang membudidayakan Jamur Tiram," katanya.
Editor: Agus Warsudi