Bencana Alam Ancam Purwakarta 3 Bulan ke Depan, Diprediksi 16 Desa Paling Terdampak
Adapun poin imbauan itu sebagai berikut:
1. Optimalisasi penggunaan infrastruktur pengelolaan Sumber Daya Air seperti
danau, waduk, bendungan, embung, kolam retensi, irigasi dan penyimpanan air
buatan lainnya untuk menyimpan air di sisa musim hujan;
2. Menjaga ketahanan pangan daerah dengan mendorong percepatan tanam dan
pengolahan tanah melalui optimalisasi pemanfaatan Alat Mesin Pertanian
(Alsintan);
3. Meningkatkan kegiatan sosialisasi, edukasi dan mitigasi terkait upaya pencegahan
dan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat di wilayahnya masing – masing
melalui berbagai cara, baik secara tatap muka maupun melalui media sosial;
4. Mengidentifikasi kebutuhan dan ketersediaan sumber daya yang ada di wilayah
masing-masing (sumber daya manusia, peralatan, logistik, dll) melalui optimalisasi
tugas dan fungsi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dan Relawan Kebakaran
(REDKAR);
5. Melakukan monitoring secara berkala untuk mendapatkan informasi peringatan
dini cuaca hidrometeorologi dan potensi ancaman bencana melalui website:
a. http://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/satelit;
b. http://web.meteo.bmkg.go.id/id/prakiraan/ikhtisar-indonesia; dan
c. https://signature.bmkg.go.id;
6. Informasi peringatan dini daerah berpotensi banjir, banjir bandang, dan gerakan
tanah (longsor) sampai level desa dapat diakses melalui
https://inarisk2.bnpb.go.id/pencegahan/; atau bisa di akses melalui
https://bpbd.purwakartakab.go.id/;
7. Koordinasi dan pelaporan penanganan darurat bencana dapat menghubungi Pusat
Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB) Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta dengan nomor
Call Center: 0811-1440-117.
Editor: Asep Supiandi