Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 15 Keluarga Korban Kecelakaan Bus Sri Padma Kencana Gelar Tahlilan Bersama
Advertisement . Scroll to see content

Belum Stabil, 2 Korban Bus Sri Padma Kencana Masih Dirawat di ICU RSUD Sumedang

Minggu, 14 Maret 2021 - 14:01:00 WIB
Belum Stabil, 2 Korban Bus Sri Padma Kencana Masih Dirawat di ICU RSUD Sumedang
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan bus PO Sri Padma Kencana di Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Disinggung soal biaya perawatan, Dahlan mengatakan, selurunya ditanggung  oleh Jasa Raharja. Namun jika biaya tanggungan tak mencukupi, Pemerintah Kabupaten Subang telah bersedia untuk menanggung biaya tambahan tersebut untuk para korban. "Pemkab Subang telah menghubungi kami, biaya perawatan para korban akan menggunakan dana dari pemda," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, penyebab pasti bus Sri Padma Kencana nopol T 7591 TB terguling dan masuk ke jurang pada Rabu (10/3/2021) petang, belum diketahui. Kecelakaan itu menyebabkan 29 orang meninggal dunia (27 meninggal di lokasi kejadian dan dua di rumah sakit), dan 37 orang luka-luka.
 
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan hasil investigasi dari KNKT menyebutkan kecelakaan maut tersebut diduga terjadi akibat rem kendaraan tak berfungsi alias blong.

Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan mengatakan, ketika kanfas rem dengan tromol bekerja maksimal, permukaan gesek di antara kedua komponen tersebut akan mendekati nol. Akibatnya, breakfeeding atau kanpas permukaan licin seperti kaca. 

Sopir, kata Wildan, diduga menggunakan gigi tinggi di turunan. Kemudian kanfas overheat. Saat itulah, sopir merasakan rem blong. Ketika rem tak berfungsi, pengemudi mengocok rem sehingga tekanan angin habis. 

"Kopling dan pedal mencapai 6 bar. Artinya sudah tidak bisa diinjak lagi. Pengemudi panik memindahkan gigi tanpa menginjak kopling. Hal itu menyebabkan laju bus lebih tinggi," kata Wildan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut