Belum Sembuh dari Covid, 26 Santri Ponpes Al-Qur'aniyyah Majalengka Masih Diisolasi
Menurut Indrayanto, keterisian ruang isolasi di SKB Majalengka telah melebihi kapasitas. Jumlah warga yang diisolasi jauh lebih banyak dari jumlah ideal daya tampung SKB. "Ada 58 orang (yang menjalani isolasi di SKB). Idealnya mah 22, sesuai jumlah kamar. Karena lonjakannya (kasus Covid-19) tinggi, satu kamar ada yang diisi 2 sampai 3 orang," tutur Indrayanto.
Pengasuh pesantren, Yuyut Astiyudin, mengatakan, kasus positif di pesantrennya itu diketahui berawal saat ada seorang santri yang menderita sakit. Atas inisiatif pengurus, santri yang bersangkutan menjalani rapid test antigen yang kemudian hasilnya reaktif.
"Dari situ saya tidak mau kecolongan lebih banyak lagi. Makanya saya laporan ke dinas terkait tentang hal ini. Setelah dilakukan test antigen secara keseluruhan, ternyata ada 35 orang yang terkonfirmasi positif. Akhirnya diisolasi ke SKB," kata Yuyut, Rabu (16/6/2021).
Jumlah santri yang terkonfirmasi positif mengalami penambahan pada Rabu ini. Selain santri, kata dia, ada satu pengajar yang juga terkonfirmasi positif Covid 19. "Saat ini sekitar 50 orang. Ini wabah, bukan aib. Justru kalau ditutupi akan bisa bahaya untuk yang lainnya," ujar dia.
Setelah muncul kasus tersebut, rutinitas santri di pesantren dihentikan untuk sementara. Kendati demikian, para santri yang negatif masih berada di lingkungan pesantren, dengan pengawasan yang ketat. "Kegiatan santri sekarang di-off dulu, yang negatif dikarantina, tetap di pesantren tidak boleh pulang," kata Yuyut.
Terkait penerapan Protokol Kesehatan (Prokes), Yuyut memastikan pesantren telah menerapkan secara ketat. Hal itu sudah dilakukan sejak pandemi pertama kali terjadi.
"Sebetulnya di sini yang paling ketat dalam penerapan Prokes . Makanya di mana-mana ada peringatan pakai masker. Selama setahun kemarin ada Covid, di sini tidak bisa menerima tamu secara leluasa, sembarangan," tutur Yuyut.
Editor: Agus Warsudi