Belasan Warga Garut dan Tasikmalaya Diduga Keracunan Jebred, 2 Orang Meninggal
Camat Cilawu menuturkan, selain di Puskesmas Cilawu, empat warga yang mengalami keracunan juga dirawat di Klinik Cihideung. Berdasarkan data yang dihimpun Anas, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi jebred sebanyak 17 orang.
"Dari 17 orang ini ada dua orang yang meninggal dunia. Dua orang yang meninggal saat dalam perjalanan karena dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut. Salah satunya adalah seorang wanita asal Tasikmalaya," tutur Camat Cilawu.
Sementara, seorang warga Garut yang meninggal, kata Anas, sempat menjalani perawatan di Klinik Cihideung. Anas mengakui warga Garut yang meninggal ini diduga juga memiliki penyakit penyerta lain. "Infonya punya penyakit penyerta lain, kadar gulanya mencapai 500," ucap Anas.
Dari pemeriksaan yang dilakukan, keracunan akibat memakan jebred diperoleh dari informasi para korban. Anas menjelaskan, warga yang dirawat karena diduga keracunan mengaku rata-rata mengonsumsi jebred pada Minggu (8/10/2023) pagi.
"Jadi dari penuturan mereka, memakan jebred itu bukan pada hari Senin tetapi pada hari Minggu sebelumnya. Jadi kasus keracunan ini lambat sebetulnya," ujar Anas.
Dari informasi yang dihimpun, pengolah sate jebred yang diduga menjadi penyebab keracunan massal telah diamankan polisi. Sementara sampel sate jebred telah dikirim ke laboratorium forensik untuk diperiksa.
Editor: Agus Warsudi