Adapun penanganan yang dilakukan Padepokan Yayasan Maung Bodas, yakni melalui metode khusus. Mereka memberikan relaksasi, refleksi dengan memperbaiki simpul saraf yang tergangu, dan rukyah kepada para caleg yang depresi. Selain itu, para caleg diajak untuk berzikir dan berdoa.
“Penanganan mereka tergantung tingkat sensitivitas orang tersebut. Jadi, ada yang ditangani sekitar dua hingga tiga jam, ada yang seharian, dan ada yang sehari semalam. Mayoritas karena tahapan depresi, paling-paling beberapa jam,” ujarnya.
Ano memperkirakan jumlah caleg yang mengalami depresi akan terus bertambah. Saat ini, proses penghitungan surat suara masih berlangsung. Sebagian sudah memastikan suaranya kalah dan sebagian lagi yang sudah kalah masih berharap untuk menang. Hal ini dianggap sangat berpotensi menyebabkan depresi nanti.
“Ada kemungkinan besar, akan banyak orang istilahnya mengalami gangguan mental atau kejiwaan. Saya sarankan baik yang sudah final ataupun belum untuk mempersiapkan diri. Sebab, banyak yang tidak sadar saat ini sudah mengalaminya,” katanya.
Untuk diketahui, sejak didirikan 2008 lalu, Yayasan Maung Bodas berkomitmen membantu menangani orang dengan gangguan kejiwaan dan narkoba. Padepokan ini juga tidak mengenakan biaya untuk penanganan pasien alias gratis.
Yayasan ini juga ikut memberdayakan mantan preman atau orang-orang termarjinalkan dengan memberikan pelatihan berbagai keterampilan. Hal ini berawal dari keprihatinan Ano karena masih sedikit yang peduli terhadap orang-orang yang selama ini dianggap sebelah mata di masyarakat.
Editor: Maria Christina