Begini Penjelasan Ahli Vulkanologi ITB soal Erupsi Gunung Semeru yang Tiba-tiba
BANDUNG, iNews.id - Ahli Vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman menjelaskan soal tidak ada tanda-tanda erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021). Kondisi seperti itu cukup mengejutkan semua pihak karena terjadi secara mendadak tanpa didahului tanda-tanda alam.
Menurut dia, material aliran lahar yang terjadi di Gunung Semeru merupakan akumulasi dari letusan sebelumnya yang menutupi kawah gunung.
“Terkikisnya material abu vulkanik yang berada di tudung gunung tersebut membuat beban yang menutup Semeru hilang sehingga membuat gunung mengalami erupsi,” kata dia dalam siaran persnya, Minggu (5/12/2021).
Menurut Mirzam, saat terjadi erupsi warga cenderung tidak merasakan adanya gempa, akan tetapi tetap terekam oleh seismograf. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya material yang berada di dalam dapur magma. Ini sejalan dnegan laporan Magma Indonesia, visual letusan tidak teramati akan tetapi erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 5160 detik.
Dia menjelaskan, kenapa Gunung Semeru bisa meletus. Ada tiga hal yang menyebabkan sebuah gunung api bisa meletus. Pertama karena volume di dapur magmanya sudah penuh, kedua karena ada longsoran di dapur magma yang disebabkan terjadinya pengkristalan magma, dan yang ketiga di atas dapur magma.