Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kematian Ikan Massal di Waduk Cirata Meluas hingga Purwakarta dan KBB
Advertisement . Scroll to see content

Begini Antisipasi agar Kematian Ikan KJA Cirata dan Saguling Tak Berulang

Kamis, 21 Oktober 2021 - 20:14:00 WIB
Begini Antisipasi agar Kematian Ikan KJA Cirata dan Saguling Tak Berulang
Kematian ikan secara massa di perairan Waduk Saguling dan Cirata akibat upwelling dan semestinya bisa diantisipasi ketika terjadi cuaca ekstrem. (Foto: Dok.MPI)
Advertisement . Scroll to see content

CIMAHI, iNews.id - Kasus kematian puluhan ton ikan di perairan Waduk Saguling dan Cirata, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dinilai sebagai kejadian yang berulang. Semestinya pembudidaya ikan di kolam jaring apung (KJA) sudah bisa mengantisipasi sejak dini. 

"Kejadian itu kan sebetulnya kejadian berulang saat musim pancaroba. Pergantian musim pasti ada kematian ikan mendadak. Seharusnya bisa diantisipasi oleh petambak," kata Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jawa Barat, Dedi Arief Hendriyanto, Kamis (21/10/2021).

Menurut Dedi, kejadian itu biasanya terjadi saat hujan deras atau disebut gejala upwelling. Gejala upwelling ini membuat air yang hangat berputar naik ke permukaan sementara air yang dingin turun ke dasar. Kondisi itu mengakibatkan perputaran pakan ikan di dasar waduk. 

Kondisi sedimentasi akibat pakan ikan yang terakumulasi sejak lama lalu menimbulkan reaksi kimia amonia yang membuat ikan akhirnya keracunan, kekurangan oksigen, hingga mati. Kondisi itu akan berakibat fatal manakala ikan di petak jaring apung kepadatannya rapat. 

Guna mengantisipasi kejadian keracunan ikan di KJA, sebetulnya petambak bisa melakukan pengendalian kepadatan ikan dan penaikan jaring apung. Kemudian manajemen pemberian pakan sehingga tidak menimbulkan sedimentasi penumpukan limbah pakan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut