Bawaslu Jabar Tabuh Genderang Perang Lawan Praktik Curang pada Pemilu 2024
Sebagai langkah antisipasi kecurangan Pemilu 2024, lanjut Abdullah, pihaknya juga telah melakukan upaya-upaya pencegahan, seperti pendidikan politik dan sekolah kader yang sudah lama dilakukan Bawaslu Jabar.
"Artinya, kami merekrut anak-anak muda untuk menjalani pendidikan politik. Harapannya ini menjadi embrio dan mitra strategis untuk memperluas pengawasan. Hal yang sama juga kami lakukan kepada ormas-ormas, ke kampus, sehingga aspek pencegahan sudah kita lakukan sedini mungkin," ucap Abdullah.
Abdullah mengatakan, pihaknya bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Partai politik (parpol) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memberikan hak pilihnya. "Upaya tersebut kami lakukan untuk menekan potensi golput," ujarnya.
Masih di tempat yang sama, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jabar, Zaki Hilmi mengatakan, Bawaslu Jabar dan Bawaslu di 27 kabupaten/kota di Jabar membuka pendaftaran pemantau Pemilu 2024.
"Untuk Pemilu 2024 ini, pemantau terdiri dari dua, yakni pemantau dari unsur lembaga dan pemantau perseorangan. Pendaftaran untuk pemantau pemilu ini dibuka mulai dari hari ini sampai tanggal 7 Februari 2024," kata Zaki seraya mengajak masyarakat yang ingin terlibat langsung dalam pengawasan Pemilu 2024.