Banjir Rob Rendam Ratusan Hektare Lahan Garam di Cirebon, Petambak Tak lagi Produksi
"Jika dibandingkan tahun 2019 kemarin ya sangat jauh hasil produksi garamnya. Tahun-tahun sebelumnya saya masih bisa menghasilkan 85 ton garam dalam satu musim," ujar dia.
Untuk harga garam di tambak sendiri, dia tak memungkiri memang lumayan tinggi. Perkilogramnya bisa mencapai Rp1.000-1.300 tergantung kualitas garam. Hanya saja, tingginya harga itu dikarenakan tidak ada garam di tambak.
"Ya percuma juga harga tinggi, kami tidak bisa produksi kok. Kalau semua bisa produknya bisa saja harga garam seperti dulu-dulu. Saat panen raya malah anjlok di angka Rp100 per kilogramnya, "katanya.
Petambak Garam lainnya, Tohari mengaku, tahun ini dia meninggalkan lahan garamnya. Dia menyerah dan tidak melanjutkan mengolah lahan garam, karena sudah beberapa kali lahan tambak garamnya selalu diterjang air rob. Sehingga hanya membuang waktu, tenaga, dan biaya saja.
"Bulan Juni lalu saya sudah berusaha mulai membenahi lahan garam, tapi terus-terusan diterjang rob. Jadi ya percuma. Tahun ini paling parah dibandingkan dua tahun sebelumnya," ucapnya.
Editor: Asep Supiandi