Bagikan Ikan di Karawang, Dedi Mulyadi Dipeluk Emak-Emak sambil Nangis
“Ini ikan hias dijual Rp3 ribu satu plastik. Kalau kejual semua paling dapat Rp50 ribu. Kalau lagi sepi paling Rp20.000 sehari,” ujar bapak itu.
Sama dengan rumah sebelumnya, keluarga ini pun diberi paket ikan hidup untuk dimasak dan sejumlah uang untuk tambahan modal usaha. Pembagian pun terus dilakukan hingga ke pelosok kampung yang tak terjangkau motor.
Saat memanggul ikan Kang Dedi dihampiri seorang emak-emak paruh baya yang langsung memeluk dan menangis. Emak-emak itu lantas mengajak Dedi ke dapurnya. Dia tinggal bersama suami dan seorang anak.
Bersama sang suami, emak-emak tersebut membuat kerajinan tangan gantungan kunci. “Ini (gantungan) dijual Rp7 ribu sekodi. Kemarin-kemarin baru dapat Rp87 ribu karena gak setiap hari bisa ngejual, bisa tiga hari sekali atau seminggu,” kata emak-emak berkerudung merah itu.
Saat ditanya masak apa hari ini, ibu tersebut terisak karena uang sudah habis dan tidak memiliki beras. Kang Dedi Mulyadi pun mengecek langsung ke dapur. Dan benar, Kang Dedi tidak mendapati apa-apa di dapur. “Gak punya uang sama sekali? Yang bener nih. Jadi sore ini gak bisa masak?” tanya Kang Dedi.