Badan Geologi: Gempa Bekasi Disebabkan Sesar Naik Pada Zona Sesar Baribis
Batuan yang telah mengalami pelapukan atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi. Secara umum, kekerasan batuan permukaan dipengaruhi oleh umur dan jenis batuan.
Batuan yang berumur lebih muda atau yang telah mengalami pelapukan mempunyai kekerasan lebih rendah begitu juga sebaliknya.
Berdasarkan data tapak lokal (Vs30), wilayah terdekat dengan pusat gempa bumi diklasifikasikan ke dalam kelas tanah C (Tanah Sangat Padat dan Batuan Lunak), kelas tanah D (Tanah Sedang) dan kelas tanah E (Tanah Lunak).
Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens. "Analisis parameter sumber gempa bumi menunjukkan bahwa gempa ini diakibatkan oleh sesar naik pada zona Sesar Baribis," katanya.
Menurutnya, hingga laporan ini dibuat tidak ada informasi terkait kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi tersebut. Guncangan gempa bumi ini dirasakan dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Bekasi, dan III MMI di Purwakarta, Jakarta, Depok, Cikarang dan Bandung.