Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pilu! Yatim Piatu Siswi SD di Garut Tinggal di Rumah Tak Layak, Kini Numpang di Tempat Sepupu
Advertisement . Scroll to see content

Atraksi Domba Garut, Seni Ketangkasan Asal Garut yang Turun Temurun

Jumat, 19 Maret 2021 - 14:56:00 WIB
Atraksi Domba Garut, Seni Ketangkasan Asal Garut yang Turun Temurun
Tradisi domba Garut khas Kota Garut. (Foto: dok DisparProv Jawa Barat)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam satu pertandingan biasanya terdapat tiga juri, wasit, dan bobotoh (sebutan penonton). Pertandingan juga diiringi lantunan musik yang dimainkan oleh para nayaga. Domba dibagi menjadi tiga kelas yaitu A, B, dan C. C diperuntukan untuk bobot kurang dari 65kg, B diperuntukan untuk bobot 65kg – 75kg, dan A diperuntukan untuk bobot melebihi 75kg.

Dikutip dari halaman disparbud.jabarprov.go.id, sejarah domba Garut berawal dari masa pemerintahan Bupati Suryakanta Legawa sekitar tahun 1815-1829. Beliau sering berkunjung ke teman satu perguruannya bernama Haji Saleh yang memiliki banyak Domba.

Salah satu domba yang dipunyainya (si Lenjang), diminta oleh Bupati untuk dikawinkan dengan domba yang ada di Pendopo Kabupaten yang bernama si Dewa. Si Toblo, yang merupakan anak dari si Dewa dan si Lenjang beranak-pinak dan menghasilkan keturunan domba Garut sampai saat sekarang.

Domba Garut mempunyai karakteristik yang khas dari domba-domba yang ada di daerah luar Garut. Dilihat secara fisik, domba Garut memiliki berat sekitar 60-80 Kg, tanduk baplang, warna bulu yang kebanyakan putih dan telinga ngagiri (panjang).

Perkembangan selanjutnya dari pemeliharaan domba Garut mengarah pada dua sasaran utama, yaitu sebagai penghasil daging dan untuk kesenangan atau hobi. Selain untuk melestarikan tradisi, seni adu domba Garut juga menjadi ajang untuk mencari domba-domba berkualitas yang nantinya bisa dijual dengan nilai tinggi. (CM)

Editor: Rizqa Leony Putri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut