Asing Raup 99,5 Persen Pendapatan Pasar Game Nasional Rp25 Triliun
Besarnya pasar game nasional tak lepas dari banyaknya pengguna di Indonesia. Agensi kreatif global We Are Social, pada 2022 lalu menempatkan Indonesia dalam posisi ketiga daftar negara pemain game terbanyak di dunia, dengan persentase 94,5 persen pengguna internet usia 16-64 tahun memainkan video game.
Urutan pertama daftar negara dengan pemain game terbanyak menurut laporan agensi tersebut adalah Filipina sebesar 96,4 persen dan posisi kedua ditempati Thailand sebesar 94,7 persen. Secara global, pendapatan aplikasi game selular mengalami peningkatan di setiap tahunnya.
Bussinss of Apps pun membuat laporan perbandingan pendapatan aplikasi game selular sejak tahun 2017 hingga 2021. Pada tahun 2017, pendapatan aplikasi game selular secara global tercatat sebanyak USD 47 miliar, sementara di 2021 naik tajam menjadi USD 89,6 miliar.
Dengan demikian, dalam lima tahun terakhir pendapatan aplikasi game mengalami kenaikan rata-rata mencapai 17,6 persen per tahun. Rencana pemerintah yang berusaha menggenjot pendapatan devisa negara di sektor industri game ini mendapat respons positif DPR.
Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mendorong agar pengembangan industri game dalam negeri lebih memprioritaskan tema kearifan lokal. Ferdiansyah menjelaskan ada banyak ide tema lokal yang dapat dimasukan ke dalam game, namun ringan dan mudah.
"Banyak ide yang bisa digunakan untuk game lokal. Pelaksanaannya yang ringan dan mudah saja, misalnya soal kuliner khas lokal tiap daerah. Teknisnya itu macam-macam bergantung developernya, bisa membuat racikan menu, atau petualangan dan sebagainya," kata Ferdiansyah.
Menurutnya, memasukan unsur budaya dan khas daerah dalam game karya anak bangsa, memiliki peran yang sama dalam melestarikan kearifan lokal Nusantara.
Editor: Agus Warsudi