Antisipasi Badai La Nina, PJT II Jatiluhur Instensifkan Pantauan Tinggi Muka Air
“Di lapangan, kita kerahkan personel untuk lebih intensif melakukan pemantauan tinggi muka air pada lokasi yang rawan banjir selama musim penghujan. Kita juga berkolaborasi dengan Muspika setempat bersama-sama memantau TMA ini,” kata Anton.
Pemantauan kondisi-kondisi prasarana SDA sebagai prasarana utama dilakukan melalui kegiatan rutin operasi dan pemeliharaan serta konservasi Wilayah Sungai (WS), waduk, bendungan, bendung dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan berupa pengangkatan eceng gondok, pengangkatan lumpur, pembersihan saluran dan babadan rumput.
Di wilayah hulu Jasa Tirta II melaksanakan konservasi dengan semua stakeholder terkait seperti PTPN VIII dan Perhutani, untuk mengembalikan fungsi catchment area daerah aliran sungai seperti penanaman pohon, pencegahan pencemaran, penanganan sampah dan penataan sungai mati.
Seluruh kegiatan tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan air untuk masa depan agar air terus hadir bagi kehidupan manusia.
Sementara itu, PJT II memiliki sistem FEWS untuk memitigasi bencana banjir dan SWOM untuk efisiensi pelaksanaan pemantauan banjir.