"Jadi tentang pertemuan saya dengan Pak Anies, memang itu benar adanya pertemuan itu. Kami tidak mengundang, beliau yang ke pesantren kami. Kemudian saya disuruh oleh mamang (paman) saya untuk mendampingi beliau," katanya.
Uu juga enggan menafsirkan kedatangan Anies ke pesantren milik keluarganya itu sebagai rangkaian kampanye. Menurutnya, tidak ada obrolan khusus terkait politik antara Anies dan pamannya.
"Saya sebagai orang pesantren hanya menafsirkan sebagai silaturahmi saja karena bicaranya pun silaturahmi, gak ada yang aneh-aneh saya hanya mendengarkan obrolan Mang Haji dengan Pak Anies," katanya.
Meski begitu, Uu mengakui, dalam pertemuan tersebut memang sempat dibahas seputar isu nasional, seperti soal ekonomi dan keumatan. Namun, kata Uu, Anies tidak menyinggung soal Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Pak Anies tidak bicara soal pilpres, mungkin beliau juga punya etika, kan sekarang masih ada presiden," ucap Uu.
Di Ponpes Cipasung, Anies diterima sesepuh pesantren, KH Abun Bunyamin yang juga putra mantan Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) era Gus Dur, KH Ilyas Ruhiyat. Selain makan siang, Anies juga salat Zuhur berjamaah diimami oleh KH Abun.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq