Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bilik Persalinan untuk Mengurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi Selama Pandemi
Advertisement . Scroll to see content

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Bandung Masih Tinggi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 19 Januari 2021 - 16:45:00 WIB
Angka Kematian Ibu dan Bayi di Bandung Masih Tinggi, Ini Penyebabnya 
Kepala Dinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara. (Foto: iNews.id/Arif Budianto)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Angka kematian ibu dan bayi di Kota Bandung tercatat masih tinggi. Pemkot Bandung terus berusaha menekan angka kematian tersebut melalui beberapa program terencana pascamelahirkan.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, pada 2019 angka kematian bayi berjumlah 114 kasus. Kemudian turun menjadi 82 kasus pada 2020 lalu. Sedangkan angka kematian ibu, pada 2019 berjumlah 29 kasus dan di tahun 2020 turun menjadi 28 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, menyebutkan, karakteristik kematian bayi paling banyak terjadi pada saat bayi berusia 0-6 hari, yaitu berjumlah 38 orang. Sedangkan untuk ibu meninggal, sebanyak 14 orang terjadi pada saat nifas. Sekitar 42,9% penyebab kematiannya akibat pendarahan.

Menurut Ahyani, ada beberapa faktor penyebab kematian Ibu dan bayi. Di antaranya yaitu usia ibu terlalu muda,  tidak ikut KB, masalah gizi, dan juga dilihat dari faktor sosial. Seperti pekerjaan suami, pendidikan ibu dan suami, dan masalah pembiayaan.

"Penyelesaian masalah kematian ibu dan anak ini tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor aja, tapi harus diselesaikan oleh berbagai sektor sesuai fungsinya," kata dia, Selasa (19/1/2021).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut