Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hadapi Potensi Resesi Gelap di 2023, Sandiaga Uno: Kuatkan UMKM dan Kolaborasi
Advertisement . Scroll to see content

Ancaman Resesi di 2023, Dosen ITB Sebut Tak Berdampak Langsung ke Indonesia

Minggu, 16 Oktober 2022 - 14:20:00 WIB
Ancaman Resesi di 2023, Dosen ITB Sebut Tak Berdampak Langsung ke Indonesia
Indonesia disebut tidak akan mengalami langsung dampak ekstrem resesi global karena tidak bergantung pada komoditas yang berasal dari negara yang berselisih. (Foto: Ilustrasi)
Advertisement . Scroll to see content

"Meskipun demikian, kita tetap perlu siap-siap terhadap kondisi resesi global, bagaimanapun kita sudah menjadi bagian ekonomi dunia yang terhubung, namun dampaknya akan lebih ‘mild’ dan tidak seekstrem seperti negara-negara lain," kata Deddy.

Pemerintah tidak perlu memberikan pernyataan berlebihan terkait resesi 2023. Deddy khawatir, pernyataan yang berlebihan  terkait resesi global 2023 malah justru memicu efek "self-fulfilling prophecy" dan dimaknai masyarakat dengan menahan pola konsumsi berlebihan dan akhirnya akan terjadinya gangguan yang sebenarnya terhadap perekonomian Indonesia. 

Akan lebih baik jika pernyataan tetap mengadung optimisme, seperti meski menghadapi tantangan berat berat, Indonesia yakin akan bisa mengatasi kondisi resesi global dengan baik. 

Menurut Deddy,  pada akhirnya dampak resesi global akan terasa tidak langsung pada berbagai jalur, seperti gangguan ekonomi pada negara-negara tujuan ekspor, volume ekspor berkurang karena karena permintaan berkurang. Lalu berbagai kebijakan moneter negara besar, seperti kenaikan suku bunga the Fed akan berdampak pada efek pelemahan Rupiah terhadap Dollar dan bisa menjadi salah satu penyebab kenaikan suku bunga di Indonesia. 

Dengan proyeksi kenaikan inflasi dan suku bunga kedepan, likuiditas keuangan di dalam negeri berisiko menjadi berkurang. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengantisipasi hal ini dengan menahan intensitas pembelian barang yang bukan menjadi kebutuhan utama pada 2023.

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut