Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gegara Cerewet Minta Cerai, Perempuan di Tasikmalaya Dihantam Suami Pakai Tabung Elpiji 
Advertisement . Scroll to see content

Anak SD Meninggal Seusai Divaksin Ternyata Idap DBD, Ini Kata Kadinkes Kota Tasikmalaya

Selasa, 18 Januari 2022 - 14:14:00 WIB
Anak SD Meninggal Seusai Divaksin Ternyata Idap DBD, Ini Kata Kadinkes Kota Tasikmalaya
Kasus DBD. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Uus, kemungkinan besar saat masuk ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, almarhum mengalami fase inkubasi akhir DBD. Karena itu, almarhum mengalami demam akut. Secara kebetulan, demam akut terjadi setelah almarhum disuntik vaksin Covid-19.

"Jadi seolah-olah (demam tinggi) terjadi karena vaksin. Padahal ini memang terjadi karena ada penyakit yang mendasarinya atau istilah kami ketika terjadi suatu kejadian medis setelah dilaksanakan vaksin dikenal dengan Kipi coinsidens," ucap dr Uus Supangat.

Sementara itu, Jajang Suhendar, keluarga, saat akan divaksin, kondisi almarhum DMZ sehat dan tidak ada gejala panas atau demam. Begitu juga setelah divaksin, kondisi korban sehat tanpa keluhan. 

"Saat akan berangkat vaksin (DMZ) sehat. Makanya korban berangkat naik angkutan umum bersama teman-temannya. Karena, jika kondisinya sedang sakit, pasti orang tuanya juga tidak akan mengizinkan korban divaksin," kata Jajang Suhendar. 

Saat mengalami gejala demam dan kejang-kejang, ujar Jajang Suhendar, korban langsung dibawa ke Puskesmas Purbaratu, kemudian dirujuk ke IGD RSUD dokter Soekardjo Kota Tasikmalaya.

"Keluarga sudah menerima semuanya sebagai takdir dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Jajang.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut