Aktivitas Warga Masih Ramai, Jalan di Bandung Diblokade Lebih Awal
Tidak hanya memblokade jalan lebih awal, lanjut Ulung, pihaknya pun bahkan memperluas cakupan area penutupan jalan di Kota Bandung, seperti penutupan jalan yang kini meluas hingga kawasan Andir dan Pasir Kaliki.
"Kita perluas penutupan dan perluasan ini bersifat permanen dan kondisional. Kita lihat, misalkan mobilitas masih tinggi, kita akan tutup. Namun, kalau mobilitas menurun, kita nanti akan melihat kelanjutannya," katanya.
"Namun nanti kita siagakan anggota yang berjaga di setiap titik yang ditutup untuk membantu masyarakat dan ambulans untuk evakuasi," lanjutnya.
Ulung kembali mengimbau masyarakat untuk menaati seluruh aturan PPKM Darurat. Bahkan, Ulung mengimbau masyarakat untuk berdiam diri di rumah mengingat kasus Covid-19 di Kota Bandung terus meningkat.
"Ibaratnya, kalau dulu dari 10 orang itu bisa menyebarkan 3 orang, saat ini bisa delapan orang. Untuk data hari ini saja sampai 400 kasus. Kita imbau agar masyarakat taat berdiam diri di rumah di masa PPKM darurat ini," imbaunya seraya menyatakan, pihaknya bakal menindak tegas setiap pelanggar PPKM Darurat.
Ulung menambahkan, selain penutupan jalan, pihaknya pun menyiagakan pos penyekatan di pintu-pintu masuk Kota Bandung, khususnya kawasan gerbang tol. Petugas, kata Ulung, akan menghalau kendaraan yang berasal dari luar Kota Bandung menyusul pningkatan mobilitas kendaraan dari luar Kota Bandung.
"Nanti ada yang berjaga anggota, yang boleh masuk hanya yang berplat D, selebihnya kita putarbalikan, kecuali mereka yang ingin melakukan pengobatan dan ada keperluan yang sesuai aturan PPKM Darurat," ucapnya.
Editor: Asep Supiandi