Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perkuat Kerja Sama dengan Startup Unicorn, BRI Akselerasi Penyaluran KUR Digital
Advertisement . Scroll to see content

AIBI Nilai Puluhan Inkubator Bisnis di Perguruan Tinggi Belum Maksimal, Ini Penyebabnya

Jumat, 04 Desember 2020 - 21:30:00 WIB
AIBI Nilai Puluhan Inkubator Bisnis di Perguruan Tinggi Belum Maksimal, Ini Penyebabnya
Grafis start up unicorn di Indonesia. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Saat ini terdapat sekitar 70 hingga 80 inkubator bisnis di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Sayangnya, inkubator bisnis tersebut belum maksimal, baik kepada startup atau lingkungan sekitarnya.

Ketua Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) Asril Fitri Syamas mengatakan, banyak persoalan yang menyebabkan inkubator bisnis belum memberi dampak maksimal. 

Apalagi, mayoritas inkubator bisnis saat ini masih bersifat nonprofit. Oleh karena itu, harus dibangun budaya inkubator bisnis yang baik dan perlu regulasi dari pemerintah. 

"Contoh di China, pemerintahnya mempunyai peran penting dalam pembinaan start-up melalui inkubator. Yang difokuskan oleh inkubator adalah pengelolaan risiko kegagalan dari start-up. Seperti dukungan dan pengalaman kurang, masalah permodalan, akses pasar, dan teknologi," kata Asril.

Menurut dia, inkubator bisnis merupakan proses pembinaan, pendampingan, mentoring, coaching, dan pengembangan start-up. Namun untuk memperoleh itu semua, perlu dukungan infrastruktur, seperti kantor dan ruang kerja tenant, internet, ruang rapat, ruang pelatihan, dan lainnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut