9 Bayi dari Santriwati Korban Pemerkosaan Dapat Bantuan dari Presiden Jokowi
"Rata-rata mereka (santriwati korban) mau menyelesaikan sekolah. Mereka akan mengikuti kejar paket pada Januari 2022 karena usia dan ijazah SD, SMP gak ada," ujar Diah Kurniasari.
Ketua P2TP2A Garut berharap dengan terungkapnya kasus itu, korban lain yang telah mengalami kekerasan seksual berani melapor sehingga dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait dalam hal ini kepolisian. "Mudah-mudahan ke depan, apapun permasalahannya, anak-anak yang menjadi korban berani melapor," tutur Ketua P2TP2A Garut.
Diberitakan sebelumnya, 13 santriwati Ponpes TM Boarding School dan Ponpes MH Antapani, Kota Bandung, jadi korban pemerkosaan oleh Herry Wirawan, guru atau ustaz di lembaga pendidikan itu. Para korban umumnya mau dibawa ke Kota Bandung oleh pelaku karena diiming-iming sekolah gratis.
Sebagian besar para korban berasal dari daerah terpencil di selatan Kabupaten Garut. Untuk menuju rumah salah seorang korban kurang lebih membutuhkan waktu tujuh jam dari kota karena medan yang cukup sulit.
Kades Hikmat mengatakan, anak-anak tersebut mau ke Bandung karena diiming-imingi sekolah atau pesantren gratis. Selain itu pesantren juga disebut bagus.
"Si Herry (pelaku Herry Wirawan) itu istrinya punya saudara nikah dengan warga saya. Kasih tahu bahwa ada pesantren gratis. Mendengar itu dan diiming-iming pesantren bagus, makanya semangat mau sekolah ke sana," kata Hikmat kepada anggota DPR RI Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu.
Editor: Agus Warsudi