Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rekonstruksi Penembakan Laskar FPI, Bareskrim: 4 Orang Berusaha Rebut Senjata di Dalam Mobil Polisi
Advertisement . Scroll to see content

6 Laskar FPI Meninggal, Aktivis Jabar Sebut Tak Perlu Dibentuk TPF, Ini Alasannya

Senin, 14 Desember 2020 - 07:30:00 WIB
6 Laskar FPI Meninggal, Aktivis Jabar Sebut Tak Perlu Dibentuk TPF, Ini Alasannya
Polisi memeragakan 11 adegan dalam rekonstruksi penembakan enam laskar FPI pengawal HRS di Tol Jakarta-Cikampek, Karawang. (Foto: SINDOnews/Nilakusuma)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNew.id - Aktivis Jawa Barat yang tergabung dalam Masyarakat Sipil Cinta NKRI menilai tak perlu dibentuk tim pencari fakta (TPF) untuk menindaklanjuti meninggalnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI). Menurut mereka, yang terjadi di KM 50 Tol Cikampek adalah penegakan hukum. 

Masyarakat Sipil Cinta NKRI terdiri atas perwakilan aktivis 98, PPJNA 98, Barikade 98, Prodem 98, For Gema 77/78, KPPSMI dan Pesantren Kebangsaan.

Aktivis 98 Abdul Salam Nur Ahmad (Aam) mengatakan, yang terjadi di Km 50 Tol Cikampek adalah penegakan hukum dari Polri, dalam hal ini dilakukan oleh Polda Metro Jaya. 

Menurut Aam, sangat tepat dan dibenarkan secara hukum untuk ditindak tegas jika melakukan perlawan. Aparat kepolisian tidak sembarangan melumpuhkan dengan tembakan kalau tidak terjadi aksi yang membahayakan petugas. 

"Atas meninggalnya keenam laskar pengawal HRS (Habib Rizieq Shihab), kami sangat prihatin, turut berduka sebagai anak negeri. Tapi saya juga mempertanyakan dorongan membentuk TPF," kata Aam di Kota Bandung, Minggu (13/12/2020).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut