Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dituduh Lakukan Pungli, Tim Pengusung Jenazah Kota Bandung Angkat Bicara
Advertisement . Scroll to see content

5 Keluarga di Bandung Gotong Sendiri Peti Jenazah Pasien Covid-19  di TPU Cikadut

Rabu, 27 Januari 2021 - 23:15:00 WIB
5 Keluarga di Bandung Gotong Sendiri Peti Jenazah Pasien Covid-19  di TPU Cikadut
Keluarga atau ahli waris jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di pemakaman Cikadut terpaksa mengenakan APD seadanya. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Akibat aksi mogok tersebut, keluarga atau ahli waris jenazah Covid-19, terpaksa mengusung peti mati dari tempat parkir hingga makam sejauh 400 meter. Hingga siang tadi, total ada tiga jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di pemakaman Cikadut. 

Koordinator Jasa Pikul Jenazah Covid-19 Pemakaman Cikadut Bandung, Fajar Ifana alias Afak mengatakan, petugas jasa pikul merasa kecewa karena dianggap melalukan pungli. 

"Kami selalu dikatakan pungli. Itu terlontar dari akunnya Mang Oded. Ada juga kata-kata bahwa kami masih aja tega di saat-saat ada jenazah kami memanfaatkan. Terus ada kata-kata kita itu berbisnis," kata Afak di Pemakaman Covid Cikadut. 

Fajar mengemukakan, pihaknya tidak pernah melakukan pungli terhadap proses pemakaman jenazah Covid-19. "Setahu saya, yang namanya pungli itu seperti meminta uang tanpa pekerjaan. Itu pungli. Namun kami kan di sini (TPU Cikadut) keluar keringat. Kami bekerja, mengeluarkan jasa. Si ahli waris memberi mungkin memberi dengan rasa ikhlas. Mungkin itu tidak bisa disebut pungli," ujarnya. 

Aksi mogok yang dilakukan tim pengusung peti jenazah, tutur Afak, tersebut dilakukan lantaran dirinya dan teman-teman merasa kecewa dengan anggapan pungli tersebut.

"Iya sebenernya kami juga bukan tidak ada rasa kemanusiaan untuk menolong lagi, gitu kan. Namun, kami juga memiliki perasaan lah karena banyak hujatan dari netizen. Bahkan dari instansi, pejabat. Kata-katanya mungkin kurang pas buat kami. Kamihentikan aktivitas memikul (peti mati) dan mengantarkan jenazah (ke makam)," tutur Afak.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut