5 Fakta Guru SMK di Garut Tampar Murid yang Tepergok Merokok
4. JS Telah Beberapa Kali Melanggar
Kepala SMK Muhammadiyah Banyuresmi Garut Asep Dadan mengatakan, sebelum video tersebut viral, mendapatkan informasi terkait kejadian itu dari murid dan guru lain.
"Saya nanya, kenapa terjadi kejadian seperti itu? Sekarang kan zamannya sudah beda. Tidak seperti dulu lagi. Ternyata, kejadian itu (hukuman tampar) terjadi karena memang sudah berulang kali pelanggaran itu (JS merokok dalam kelas).
Guru tersebut telah melakukan beberapa tahapan, dari peringatan dan hukuman ringan. Namun JS tidak juga jera.
5. Diselesaikan secara Kekeluargaan
Akhirnya untuk membuat JS jera dan tidak mengulangi perbuatannya, dibuatlah kesepatan dengan murid yang lain.
JS pun sepakat dan sanggup jika melakukan pelanggaran lagi bersedia ditampar oleh temant-teman satu kelas.
"Dibuatlah obrolan antara guru sama anak-anak (dengan JS dan murid lain). Kalau murid tersebut (JS) melanggar lagi, sanggup ditabok (ditampar) oleh seluruh sekolah (satu kelas), gitu. Kemudian, terjadi kesepakatan itu (JS yang merokok bersedia ditampar guru dan teman satu kelas)," kata Kepala SMK Muhammadiyah Banyuresmi Garut.
"Setelah kejadian itu, guru dan murid, sakit. Kemudian perwakilan murid dan guru sepakat saling memaafkan, islah. Biaya perawatan dan segala macam ditanggung oleh sekolah," ujar dia.
Editor: Agus Warsudi