“Gempa Sumedang memberi pesan kepada kita agar tidak mengabaikan setiap gempa kerak dangkal, meskipun magnitudonya kecil,” ujar Daryono.
4. Gempa Sumedang diduga perulangan gempa 14 Agustus 1955
Daryono mengingatkan agar tidak melupakan sejarah bahwa gempa ini diduga perulangan gempa tahun 1955.
“Jangan melupakan sejarah, dalam seismologi kita mengenal konsep ‘return period’ atau periode ulang gempa, bahwa gempa yang pernah terjadi di suatu tempat, satu saat akan terjadi lagi,” ujarnya.
Gempa Sumedang kata Daryono, memberi pesan agar mempelajari sejarah gempa masa lalu di daerah masing-masing. Bisa jadi satu saat gempa akan terjadi lagi menghampiri tempat yang dianggap aman karena ketidaktahuan akan sejarah gempa merusak masa lalu.
“Periode ulang gempa memberi pesan kepada kita akan pentingnya kesiapsiagaan (preparedness) terhadap bencana gempabumi yang mungkin terjadi di masa yang akan datang,” ujarnya.