Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Proyek Jalan Selacau-Cisokan KBB Molor, Perbaikan Jembatan Ini Jadi Penyebab
Advertisement . Scroll to see content

450 Kilometer Jalan di Jabar Rusak, Rekontruksi Butuh Dana hingga Rp1,9 Triliun 

Rabu, 03 Agustus 2022 - 19:30:00 WIB
450 Kilometer Jalan di Jabar Rusak, Rekontruksi Butuh Dana hingga Rp1,9 Triliun 
Pemprov Jabar melalui DBM PUPR akan segera merekonstruksi jalan rusak di Jabar yang panjang totalnya mencapai 450 kilometer. (Foto: Ilustrasi/Dok)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Pemprov Jawa Barat membutuhkan dana hingga Rp1,9 triliun untuk merekonstruksi jalan rusak yang panjang totalnya mencapai 450 kilometer. Kondisi jalan yang rusak tersebut harus segera direkontruksi dengan cara membongkar dan membangun kembali jalan baru.

"Kalau dihitung, rekontruksi itu biayanya bisa mencapai Rp1,9 triliun," Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBM PUPR) Jabar, Bambang Tirtoyuliono, Rabu (3/8/2022).

Lebih lanjut Bambang mengatakan, hampir 73 persen kondisi jalan di Provinsi Jabar  kini sudah melebihi umur teknis. Menurutnya, untuk memperbaikinya, tidak ada jalan lain kecuali melakukan rekontruksi jalan. 

Lebih lanjut Bambang mengatakan, guna mewujudkan visi "Jalan Mulus" Yang menjadi janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, pihaknya telah menyusun strategi perbaikan jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan Pemprov Jabar. 

Strategi tersebut juga telah disesuaikan dengan alokasi anggaran APBD untuk DBM PUPR Jabar yang turun menjadi Rp1,1 triliun pada 2023 dari semula Rp1,3 triliun pada 2022.

"Betul ada penurunan anggaran dibandingkan dengan tahun 2022. Jadi memang kita memahami kondisi ini. Terlebih, pada 2024 akan ada Pilkada serentak dan Pemilu," katanya. 

Dengan anggaran yang terbatas, pihaknya juga akan memprioritaskan perbaikan jalan di beberapa wilayah perkotaan, kolektor perkotaan, dan pusat-pusat pertumbuhan wisata dan ekonomi. 

"Itu yang menjadi prioritas penanganan kita," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut