4 Warga Kota Tasikmalaya Meninggal akibat DBD, Kadinkes: Ini Bisa Jadi KLB
Tiga dari empat orang yang meninggal itu, ujar dr Uus Supangat, sudah terkonfirmasi positif terjangkit DBD. Sedangkan satu lagi masih dilakukan investigasi dan pelacakan oleh petugas untuk memastikannya, walaupun dugaan kuat juga terjangkit DBD.
"Dari empat orang yang meninggal dua di antaranya anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar," ujar dr Uus Supangat dikutip dari TasikmalayaiNews.id.
Sampai saat ini, tutur Kandinkes Kota Tasikmalaya, pasien yang masih dalam perawatan hingga saat ini ada 18 orang, terdiri dari anak-anak dan dewasa. Sisanya sudah diizinkan pulang setelah menjalani perawatan.
"Jika dibandingkan dengan bulan sama pada tahun lalu, jumlah (pasien DBD 209 orang) ini cukup tinggi. Pada 2021 lalu, jumlah kasus DBD di Kota Tasikmalaya sekitar 800 kasus dengan angka kematian 21 orang. Sedangkan pada 2020 sebanyak 1.200 kasus," tutur Kadinkes.
Jika kondisinya terus seperti ini, kata dr Uus Supangat, dikhawatirkan kasus DBD akan sulit dibendung dan menjadi kejadian luar biasa (KLB). Karena itu, harus segera dilakukan penanggulangan. Cara terbaik dan efektif dalam menanggulangi DBD adalah pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri oleh warga dengan membersihkan tempat tinggal dan lingkungan, serta melakukan pengasapan.