36 Pendaki Diturunkan dari Gunung Gede Pangrango dan Wajib Minta Maaf, Ada Apa?
Untuk mencegah kejadian serupa, TNGGP memperketat patroli di seluruh jalur resmi dan meningkatkan kerja sama dengan masyarakat sekitar. Warga diminta melapor bila menemukan aktivitas pendakian mencurigakan selama masa penutupan.
“Kami juga gencarkan sosialisasi di media sosial agar masyarakat tahu bahwa jalur pendakian masih ditutup. Ini bukan larangan tanpa alasan, tapi langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem,” kata Agus.
Diketahui, sejak 13 Oktober 2025, seluruh jalur pendakian di kawasan Gunung Gede Pangrango ditutup tanpa batas waktu. Penutupan dilakukan sebagai langkah pemulihan ekosistem setelah meningkatnya tekanan dari aktivitas manusia, termasuk penumpukan sampah dan kerusakan vegetasi di jalur pendakian.
“Kami berupaya keras menekan pendakian ilegal. Penutupan ini penting untuk memberi kesempatan alam memulihkan diri, termasuk membersihkan tumpukan sampah yang ditinggalkan pendaki sebelumnya,” ujar Agus.
TNGGP juga mengingatkan para pendaki untuk lebih bijak dan patuh terhadap regulasi konservasi. Kesadaran menjaga kelestarian alam dinilai sama pentingnya dengan kegiatan mendaki itu sendiri.
“Pendakian bukan hanya soal menaklukkan puncak, tapi juga tentang tanggung jawab menjaga alam yang kita nikmati bersama,” katanya.
Editor: Donald Karouw