3 Jalur Alternatif Bandung-Jakarta yang Layak Dipilih saat Arus Balik Nataru
Namun, tantangan terbesar jalur Cianjur–Puncak adalah potensi kepadatan saat akhir pekan atau hari libur. Sistem buka-tutup jalur di Puncak juga bisa memengaruhi waktu tempuh. Meski demikian, di hari kerja atau di luar jam sibuk arus balik, jalur ini tetap menjadi alternatif yang cukup efektif, terutama bagi pengendara yang sudah terbiasa.
Jalur ketiga adalah rute Bandung menuju Sumedang, lalu diteruskan ke Majalengka sebelum mengarah ke wilayah utara Jawa Barat dan masuk Jakarta. Jalur ini relatif lebih panjang, tetapi dikenal minim kemacetan.
Dari Bandung, pengendara bisa menuju Cileunyi untuk masuk ke Sumedang. Setelah itu, perjalanan diteruskan ke Majalengka dan keluar ke jalur penghubung menuju Jakarta. Jalur ini melewati kawasan pedesaan dengan lalu lintas yang tidak terlalu padat.
Keunggulan utama jalur Sumedang–Majalengka adalah suasana perjalanan yang lebih tenang. Pengendara jarang menghadapi antrean panjang, sehingga cocok digunakan saat arus balik Nataru ketika jalur utama sudah padat. Kekurangannya adalah waktu tempuh yang lebih lama dan minimnya fasilitas di beberapa titik, sehingga persiapan kendaraan menjadi sangat penting.
Setiap jalur alternatif Bandung-Jakarta memiliki karakteristik masing-masing. Jalur Subang–Purwakarta cocok bagi pengendara yang ingin menghindari kemacetan parah tanpa terlalu menambah jarak tempuh.