Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas Korban Tewas dan Luka Kecelakaan Jip Wisata Bromo, Ini Nama-namanya
Advertisement . Scroll to see content

3 Fakta Kecelakaan Maut di Tol Cipali yang Bongkar Penyebab Sebenarnya, Nomor 3 Bikin Kaget!

Kamis, 20 November 2025 - 04:02:00 WIB
3 Fakta Kecelakaan Maut di Tol Cipali yang Bongkar Penyebab Sebenarnya, Nomor 3 Bikin Kaget!
3 Fakta Kecelakaan Maut di Tol Cipali. Petugas kepolisian mengevakuasi korban kecelakaan di Tol Cipali KM 72.500, Purwakarta, Selasa (18/11/2025). (Foto: Humas Polri)
Advertisement . Scroll to see content

Ketika kondisi jalan sedang lengang, risiko justru meningkat. Pengemudi cenderung menambah kecepatan tanpa menyadari kendaraan lambat di depan, terutama pada malam hingga dini hari ketika tingkat kewaspadaan turun. Akumulasi faktor inilah yang membuat Tol Cipali menjadi salah satu ruas dengan insiden fatal tertinggi di Jawa.


2. Kelelahan Pengemudi Masih Jadi Penyebab Dominan & Minimnya Jejak Rem di TKP

Fakta kedua yang menguat dalam banyak kecelakaan di Cipali adalah aspek kelelahan pengemudi, terutama pada pengemudi bus dan mobil travel jarak jauh. Kelelahan menyebabkan penurunan konsentrasi, hilangnya kewaspadaan, hingga risiko microsleep, kondisi ketika pengemudi tertidur dalam hitungan detik tanpa disadari.

Pada sejumlah kecelakaan terbaru, tim investigasi menemukan bahwa kendaraan tidak meninggalkan bekas pengereman yang signifikan di lokasi tabrakan. Minimnya jejak rem sering mengindikasikan dua hal: pengemudi tidak menyadari adanya bahaya, atau kondisi mengantuk membuat reaksi terlambat sehingga tidak sempat mengerem.

Contoh nyata terlihat dalam kecelakaan beruntun di KM 72 pada November 2025. Bus yang terlibat tidak menunjukkan upaya pengereman sebelum menabrak kendaraan di depannya. Pola serupa juga ditemukan dalam beberapa kecelakaan tragis sebelumnya, di mana sopir kehilangan kendali karena lelah setelah menempuh perjalanan jauh tanpa istirahat memadai.

Di musim liburan dan arus mudik, jumlah kasus biasanya meningkat karena banyak pengemudi memaksakan perjalanan berjam-jam tanpa jeda. Meski rest area tersedia, tidak semua pengemudi memanfaatkannya, terutama yang dikejar waktu tiba atau sedang mengemudi bergantian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut