26 Sekolah Rusak akibat Gempa Cianjur, Kadisdik Jabar Pastikan KBM Tetap Berjalan
Bagi sekolah yang mengalami kerusakan di atas 50 persen, Disdik Jabar akan mengupayakan bantuan tenda untuk KBM. "Di samping itu sambil berjalan ada tim konsultan yang melihat, menilai kelayakan bangunan sekolah, apakah bisa digunakan untuk proses belajar mengajar atau memang membahayakan," ucap Kadisdik Jabar.
Dedi Supandi juga memastikan, Disdik Jabar akan membuat sejumlah langkah untuk memperbaiki bangunan sekolah yang terkena dampak gempa.
"Kami juga telah menyampaikan ke Kemendikbud. Kami akan membuat langkah-langkah untuk perbaikan sarana baik itu yang bersumber dari DAK pusat, APBD, ataupun nanti CSR, atau anggaran belanja tidak terduga," ujarnya.
Disdik Jabar siap memberikan trauma healing kepada peserta didik terdampak agar segera terbebas dari gangguan psikologis seperti kecemasan pascabencana.
Trauma healing ini dilakukan bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Jabar.
"Termasuk juga dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, (P2TP2A) Jawa Barat untuk mencoba melakukan trauma healing bagi siswa-siswi yang kemarin terdampak gempa," tutur Dedi Supandi.
Kadisdik Jabar menilai, penting memberi trauma healing kepada peserta didik mengingat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur banyak menelan korban jiwa dan tak sedikit peserta didik yang merasakan langsung dampak gempa tersebut.
Editor: Agus Warsudi