2 Kelompok Pelajar SMK Tawuran Pakai Celurit di Pantura Subang, 1 Tewas
Korban bernama Ikmal Nabil Malik Al Muhaimin berusia 16 warga Bongas, Kecamatan Pamanukan, Subang, meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Korban terluka parah akibat sabetan celurit di pinggang dan perut.
Meninggalnya korban membawa duka mendalam bagi keluarga dan teman-temannya. Setelah dilakukan autosi di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu, korban Ikmal dibawa ke rumah duka pada Jumat (16/6/2023) malam. Almarhum telah dimakamkan di tempat permakaman umum (TPU) tak jauh dari rumahnya.
Ika Kartika, ibu kandung korban mengatakan, telah ikhlas dengan kematian anaknya tersebut. Dia berharap kasus anaknya itu menjadi yang terakhir dan tidak terjadi kepada anak lain.
"Saya berharap, jangan sampai terulang sama anak-anak muda yang lain. Cukup anak saya aja yang merasakan. Saya ikhlas, udah nasib dia (korban) harus kaya gini," kata Ika Kartika.
Terkait penegakan hukum atas kasus ini, Ika Kartika, menyerahkan sepenuhkan kepada kepolisian. "Biar hukum yang memutuskan. Saya mah gak dendam sama pelaku. Udah jalan nasib anak saya," ujar Ika Kartika.
Sementara itu, Sahroni, warga, mengatakan, informasi diterima, korban dibawa teman-temannya ke rumah sakit.
"Katanya habis tawuran di Ciasem. Kondisi saat di rumah sakit, menurut informasi sudah meninggal. Meninggal di perjalanan kata temannya," kata Sahroni.
Kasus tawuran tersebut kini ditangani oleh Satreskrim Polres Subang. Namun kepolisian belum bersedia memberikan keterangan terkait aksi tawuran tersebut yang menelan korban jiwa itu.
Editor: Agus Warsudi