2 Kali Ditolak, KAMI Jabar Dideklarasikan Dihadiri Gatot-Din Syamsuddin
"Mari kita ajak mahasiswa, dokter, guru, nelayan, dan lainnya, semua menjadi bagian KAMI. Ciri khas KAMI adalah selalu tersenyum karena tersenyum ciri orang yang selalu bersyukur," katanya.
Gatot pun menyesalkan gagalnya pelaksanaan Deklarasi KAMI Jabar hingga akhirnya digelar secara virtual. Meski begitu, Gatot menegaskan, upaya penolakan tersebut cukup ditanggapinya dengan senyuman.
"Jam tiga sudah datang surat izin dari Gugus Tugas Covid-19, tiba-tiba jam enam dicabut, alhamdulillah, saya tersenyum saja. Mengapa saya tersenyum? Karena saya yakin Allah SWT punya rencana lebih baik," katanya.
Din Syamsuddin pun menegaskan bahwa KAMI merupakan gerakan moral dan terpelajar yang selalu mengedepankan akal dan pikiran dalam perjuangannya.
Din juga menyampaikan selamat atas Deklarasi KAMI Jabar yang dinilainya telah sukses digelar. "Selamat, atas dideklarasikannya KAMI Jabar, ini awal perjuangan untuk menyelamatkan Indonesia," kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.
Diketahui, pelaksanaan Deklarasi KAMI Jabar yang dijadwalkan digelar hari ini, Senin (7/9/2020) batal digelar di dua lokasi yang sebelumnya direncanakan, yakni di Balai Sartika, Jalan Buah Batu, Kota Bandung dan Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung.
Setelah mendapat penolakan, Deklarasi KAMI Jabar akhirnya digelar secara virtual di salah satu rumah yang tidak disebutkan alamatnya. Pelaksanaan Deklarasi KAMI Jabar yang digelar virtual itu juga disertai Pidato Kejuangan Menyelamatkan Indonesia oleh Prof Dr Din Syamsuddin MA, Prof Dr Rochmat Wahhab, dan Jend TNI Purn Gatot Nurmantyo.
Editor: Kastolani Marzuki