Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadi Ajang Motor Trail, Tanaman Bunga Rawa di Ranca Upas Bandung Rusak Parah 
Advertisement . Scroll to see content

2 Hektare Areal Bunga Rawa di Ranca Upas Bandung Rusak, Perlu Penanaman Ulang

Kamis, 09 Maret 2023 - 09:55:00 WIB
2 Hektare Areal Bunga Rawa di Ranca Upas Bandung Rusak, Perlu Penanaman Ulang
Terkam crosser melindas areal bunga rawa di Ranca Upas Bandung dalam even yang baru lalu. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Berbagai kecaman terus bermunculan pascaevent motor trail yang diikuti oleh 1.600 peserta di kawasan objek wisata Ranca Upas, Kabupaten Bandung, yang digelar beberapa waktu lalu. Bupati Bandung Dadang Supriatna hingga aktivis lingkungan ikut pula mengecam.

Mereka berharap kejadian ini ditindak lanjuti oleh pihak berwajib, agar kasus serupa tak terulang kembali. Apalagi kerusakan alam terjadi di tanaman bunga rawa pascakegiatan tersebut. 

Bahkan orang nomor satu di Kabupaten Bandung melalui akun Instagramnya memposting ulang unggahan video Mang Uprit, penjual bunga di kawasan wisata Ranca Upas yang tengah kesal dan marah. Di akun Instagram pribadinya dan memberikan kutipan akan menindaklanjuti kejadian tidak mengenakkan tersebut.

Bupati Bandung ini mengaku tidak tahu menahu mengenai adanya event motor trail tersebut. Dia juga berkeberatan karena panitia pelaksana mencantumkam logo Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung tanpa izin.

Dia berharap agar panitia beritikad baik untuk meminta maaf, serta menanami kembali lahan yang sudah rusak.

Panitia sudah dipanggil oleh Kapolsek. Kegiatan itu tdak ada konfirmasi kepada kami dan paling disesalkan panitia telah mencantumkan logo pemda tanpa izin. Minimal mereka minta maaf," kata Bupati Dadang Supriatna, Kamis (9/3/2023).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut