Ratusan Babi Mati di Bali Positif Terjangkit Flu Afrika
Menurut data, populasi babi di Bali memang terbilang tinggi. Tercatat ada 690 ribu ekor, namun yang mati mendadak mencapai 808 ekor.
Jumlah itu dipastikan akan terus berkurang. Menurutnya, dalam sepekan terakhir sudah tidak ada lagi laporan kematian babi.
"Yang saat ini mati tercatat ada 808 ekor tapi enam hari terakhir kematian babi tidak ada lagi, jadi saya harapkan para peternak, masyarakat tidak perlu resah dengan adanya demam babi ini,’ katanya.
Untuk mencegah penularan flu pada babi ini, Ditjen Peternakan Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan disinfektan kepada para peternak untuk menyemprot kandang babi. Selain itu, dia mengatakan, agar babi tidak diberi makanan dari sisa-sisa makanan yang tidak dimasak atau rusak.
Menurutnya, penyebaran atau penularan penyakit Flu Afrika pada babi ini bisa terjadi dengan dua cara, yaitu penularan secara langsung dan secara tidak langsung.
Penularan secara langsung terjadi melalui kontak fisik antara babi terinfeksi dengan babi sehat. Sedangkan penularan tidak langsung terjadi melalui saluran pencernaan.
"Awal penularannya di Pesanggaran ya karena sisa-sisa makanan yang belum dimasak dengan baik, sekarang sudah ada empat tempat yang kita identifikasi yaitu, Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar, sekarang di Klungkung juga ada ternak mati. Tim kita tetap turun untuk sosialisasi ke tempat- tempat yang ada babi mati maupun tidak ada agar tidak ada lagi yang tertular," katanya.
Editor: Reza Yunanto