Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Danu Kerti Buleleng yang Habiskan Anggaran Rp820 Miliar
Para siswa dan siswi yang maju berhasil menjawab fungsi bendungan, antara lain, untuk mengelola air, mencegah banjir, tempat penampungan air, pariwisata, dan pembangkit listrik.
Presiden memberikan hadiah sepeda kepada ketiga siswa dan siswi tersebut. Selanjutnya Presiden langsung meresmikan bendungan tersebut yang sekaligus diikuti dengan peresmian penataan Kawasan Mangrove Tahura, Ngurah Rai Bali.
“Dengan ini Bendungan Danu Kerti dan penataan Kawasan Mangrove Tahura, Ngurah Rai di Provinsi Bali saya nyatakan diresmikan,” kata Presiden.
Acara peresmian dilakukan dengan penekanan layar sentuh dan penandatanganan prasasti. Gubernur Bali I Wayan Koster dalam laporannya mengatakan bahwa dalam proyek awal nama bendungan itu adalah Bendungan Tamblang. Namun, dia memohon kepada Presiden agar berkenan meresmikan bendungan dengan nama kearifan lokal, yakni Bendungan Danu Kerti Buleleng.
“Kami mohon Bapak Presiden berkenan meresmikan bendungan ini. Semula dalam proyek dinamakan Bendungan Tamblang, kami mohon menggunakan kearifan lokal, berkenan Bapak nama yang kami usulkan adalah Bendungan Danu Kerti Buleleng,” kata Koster.
Editor: Nani Suherni