Plt Bupati Badung Resmikan Pengoperasian Mesin RA-X di TPST Mengwitani
Wali Kota Toyama Jepang Hirohisa Fujii mengatakan, Kota Toyama memiliki misi dalam mengembangkan proyek di seluruh negara, salah satunya di Badung, Indonesia. Diharapkan, mesin ini memberikan sumbangsih dalam penanganan sampah organik dan kelangsungan hidup masyarakat, khususnya di Badung.
"Kami harap teknologi ini bermanfaat untuk mengurangi sampah organik dan menjaga lingkungan. Kedepan kami harapkan pula Badung menjadi kabupaten percontohan dalam penanganan sampah," ucapnya.
Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia Sachiko Takeda menambahkan, mesin RA-X dapat menangani 50 ton sampah organik per hari dengan menghasilkan 17 ton kompos per hari. Hal ini akan dapat mengurangi volume sampah dan komposnya dapat dimanfaatkan untuk pertanian.
"Dengan mesin ini, jumlah sampah organik yang dapat diolah lebih banyak, tidak membutuhkan drainase, sampah kompos yang dihasilkan higienis dan dioperasikan dengan satu operator," katanya.
Kadis LHK Badung I Wayan Puja mengucapkan terima kasih kepada JICA Jepang dan Kementerian LHK RI yang telah mendukung terlaksananya hibah mesin RA-X ini. Dijelaskan, terwujudnya kerja sama ini dengan pertimbangan Badung dalam menangani sampah akan mengalami masalah, karena TPA Suwung sudah penuh, komposisi timbulan sampah di Badung 70 persen merupakan sampah organik. Komitmen Pemkab Badung bahwa sampah itu harus diolah dan memang belum memiliki teknologi pengolahan sampah organik.