Pelajar SMP di Pulau Dewata Adu Kemampuan dalam Lomba Mengetik Aksara Bali di Komputer
Dia menambahkan, program Bali Simbar atau digitalisasi aksara Bali ke dalam komputer sudah dikenalkan sejak tahun 1996 oleh penemunya I Made Suatjana. Program ini terus mengalami perkembangan. Seiring waktu, ada juga yang mengembangkan program serupa.
“Saya rasa perkembangan ini memberi ruang kepada anak-anak untuk kreatif. Karena font aksara Bali sekarang tidak hanya Bali Simbar, tetapi juga font-font yang lain yang dibuat oleh anak muda kreatif di Bali,” kata Sudiana.
Sudiana mengatakan, seiring dengan huruf atau font yang berkembang, kegunaannya pun berkembang. Misalnya, dari penggunaan untuk hal-hal tradisional bisa menjadi produk-produk kreatif.
“Seperti baju bertuliskan huruf Bali, pernak-pernik juga banyak, atau desain grafis yang menarik. Dengan demikian, kebudayaan Bali dikembangkan lebih luas,” ujarnya.
Editor: Maria Christina